Want to say,,

Welcome to my blog

Kamis, 26 Desember 2013

Resep masakan

Sambel Hati Khas Cirebon”

Haii, ada yang suka makan sambel hati ga ni?? Jangan Cuma bisa makannya aja dong…mau coba masaknya ga? Saya kasih resepnya dehhh… Sambel hati buatan mamah emang paling enak deh, (menurut saya ya J), kebetulan dikeluarga saya makanan paling TOP kalo lagi Lebaran yaaa “Sambel Hati” semua keluarga sukaaaaa …
Mariii memasakkkk!!!

Siapin bahan-bahan dulu yaaa:
Ø  1 kg Hati sapi
Ø  Cabe merah besar ( diiris )
Ø  Cabe merah
Ø  Bawang putih
Ø  Bawang merah
Ø  Lengkuas
Ø  Kunyit
Ø  Daun jeruk
Ø  Serai
Ø  Jahe
Ø  Kemiri
Ø  Garam, penyedap rasa, gula pasir
Ø  Air
Ø  Minyak masak

Berikut cara pembuatan:
  1.  Rebus hati sapi hingga empuk, kemudian Potong dadu.
  2. Siapkan cabe merah, bawang putih, bawang merah, lengkuas, kunyit, serai, jahe, dan kemiri, lalu haluskan bahan-bahan tersbut.
  3. Setelah dihaluskan, tumis bumbu yang telah halus tersebut hingga harum.
  4. Kemudian masukan hati yang telah dipotong dadu aduk hingga rata, lalu tambahkan air secukupnya.
  5. Beri garam, penyedap rasa, dan gula aduk hingga merata. Tunggu hingga masakan matang.
  6. Siapkan wadah
  7. Selesai.. J




Resep Sederhana "Orek Tempe"

Selamat Sore blogger, saya mau bagi-bagi ilmu masak “Orek Tempe”. siapa sih yang ga tau tempe, makanannya orang indonesia dan yang katanya cuma ada di Indonesia. Tempe ini dapat diolah menjadi berbagai macam masakan dan resep orek tempe ini saya dapatkan dari mamah yang biasa masak orek tempe. Karena orek tempe makanan favorite papah. Mari kita memasak… J

Pertama-tama siapkan bahan bahan:
Ø  1 papan tempe, potong memanjang atau dadu. Sesuai selera
Ø  4 siung bawang putih (diiris)
Ø  6 butir bawang merah (diiris)
Ø  2 Lembar daun salam
Ø  Lengkuas sesuai kebutuhan (Memarkan)
Ø  1 batang serai (diiris halus)
Ø  2 buah cabai hijau besar (diiris)
Ø  2 buah cabai merah besar (diiris)
Ø  2 sendok kecap manis (sesuai selera)
Ø  Garam
Ø  Air
Ø  2-3 sendok makan minyak untuk menumis.

Cara Pembuatan:
a.       Tumis bawang, daun salam, lengkuas dan serai hingga harum.
b.       Lalu tambahkan cabai hijau dan merah, aduk hingga layu.
c.       Masukkan kecap manis, garam, aduk hingga rata.
d.       Tuang air masak hingga mendidih.
e.       Masukan tempemasak sambil diaduk tunggu hingga matang.

Selamat Mencobaaaaa….





Rabu, 25 Desember 2013

Puisi


Anak Kecil

Umurnya baru 3 tahun
Bicaranya masih terbata
Ia duduk disebuah kursi kecil
Bersama Ibunya…

Bocah perempuan
Rambutnya panjang, bibirnya tipis, dan cantik rupa
Ia duduk disebuah kursi kecil
Bersama Ibunya, berkata tentang sebuah cita…

Aku ingin seperti Ibu, keluar dari mulut kecilnya
Ia duduk disebuah kursi kecil
Bersama Ibunya…
Ibunya tersenyum dan memeluknya...

Backpaker ala-ala

Bulan februari tahun lalu aku dan ryan pergi liburan ke Bandung tepatnya ke Kawah Putih. Kami merencanakan liburan ini sudah cukup lama. Dengan uang yang pas-pasan dan waktu yang tidak memungkinkan untuk bermalam di bandung, kami memutuskan untuk PP.

            Perjalanan kami dimulai dari Terminal Bekasi, janjian untuk berangkat jam 5 pagi. Tapi seperti biasa jamnya orang Indonesia pasti ngaret J dan akhirnya kita bertemu jam setengah 6 pagi, kami langsung naik bus jurusan Bandung.

            Kami naik bus Primajasa Bandung dan turun di terminal Leuwi anjang ongkos naik bus ini relative yaitu Rp. 35.000. kami tiba diterminal Leuwipanjang sekitar jam 9. Karena perjalanan kami masih jauh, kami memutuskan untuk langsung mencari angkutan menuju Ciwidey.
            Ternyata angkutan untuk menuju ciwidey ini adalah mobil angkutan seperti tahun 90’an semacam GL 300 atau berapa gituu “Lupa” J yaa pokoknya cari angkutan yang menuju ciwidey saja. Angkutan ini cukup lama mengetem karena menunggu penumpang penuh baru mobil ini jalan. Angkos mobil ini Rp. 10.000 yaa cukup murahlah untuk perjalanan yang jauh dan medan jalan yang berliku J.

            Sekitar 1 jam lebih perjalanan akhirnya kami tiba di ciwidey. Karena lapar kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Selesai makan kami langsung mencari angkutan menuju Kawah putih. Disana banyak angkutan berwarna kuning yang menawarkan ke Kawah dengan harga paket. Pada hari itu kami bertemu dengan dua orang wisatawan dari Jakarta yang ingin kekawah juga. Akhirnya kami dan dua orang tersebut sepakat untuk menyewa angkutan tersebut sampai kawah putih dengan harga Rp. 60.000. dengan harga tersebut, kami dan dua orang tersebut sudah bebas biaya tiket masuk kawah dan ongklos pulang kembali ke ciwidey, karena angkutan tersebut menunggu kami hingga selesai bermain- main dikawah putih.

Liburan yang menyenangkan, dengan uang yang seadanya dan waktu yang seadanya kami bisa sampai di Kawah Putih. J
Ini Dia salah satu Fotoku:


Jumat, 20 Desember 2013

Soft Skill ( Tugas Kelompok )



Kelompok 5
Kevin Rizaldi             (43211943)
Maulidiya Sarasati    (44211363)
Rahayu Permatasari (45211761)
Darwati Ningsih        (41211752)
Puji Ayu Marasati     (45211594)
Dwi Septiani              (42211264)

Kelas      : 3DA02



Arus Material Pembuatan Tempe
Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, bijikecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein danlemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut.
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan sepertikeripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan.
Pembuatan tempe secara tradisional biasanya menggunakan tepung tempeyang dikeringkan di bawah sinar matahari. Sekarang pembuatan tempe ada juga yang menggunakan ragi tempe. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses pengolahan tempe agar diperoleh hasil yang baik ialah:
1.      Kedelai harus dipilih yang baik (tidak busuk) dan tidak kotor;
2.      Air harus jernih, tidak berbau dan tidak mengandung kuman penyakit;
3.      Cara pengerjaannya harus bersih;
4.      Bibit tempe (ragi tempe) harus dipilih yang masih aktif (bila diremas membentuk butiran halus atau tidak menggumpal).

Bahan
1.      Kedelai
2.      Ragi tempe
3.      Air secukupnya

Alat
1.      Tampah besar
2.      Ember/tong
3.      Keranjang
4.      Rak bambu
5.      Cetakan
6.      Pengaduk kayu
7.      Dandang
8.      Karung goni
9.      Tungku atau kompor
10.  Daun pisang atau plastic

Diagram Alur Pembuatan Tempe


Proses Pembersihan
Pertama-tama pilihlah kedelai yang tidak busuk dan tidak kotor Kemudian  kedelai dibersihkan menggunakan air bersih. Dalam hal ini air yang digunakan adalah air PAM. Kemudian kedelai yang sudah dibersihkan direndam didalam ember/tong selama satu malam supaya kulitnya mudah lepas;

Proses pengupasan
Kedelai yang sudah direndam selama satu malam dikupas kulit arinya dengan cara diinjak-injak atau menggunakan mesin pengupas kedelai;






Proses Pengukusan
Setelah dikupas dan dicuci bersih, kedelai dikukus dalam dandang selama 1 jam. Kemudian angkat dan dinginkan dalam tampah besar;





Proses peragian
Proses ini dilakukan setelah kedelai dingin. Ragi tempe dimasukkan kedalam rendaman kedelai kemudian diaduk hingga merata.



Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastik atau dibungkus dengan daun pisang. Daun atau plastik dilubangi agar jamur tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik:





Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat. Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas. Setelah 1 malam ambil cetakan-cetakan tersebut dan letakkan diatas rak, berjajar satu lapis dan biarkan selama 1 malam. Kemudian keluarkan tempe dari cetakannya.
Catatan:
  1. Ruangan untuk membuat tempe harus bersih dan tidak harus terbuat dari tembok. Ruangan untuk pemeraman diberi jendela, agar udara dapat diatur dengan membuka atau menutup jendela tersebut. Di waktu musim hujan ruangan ini perlu diberi lampu agar suhu ruangan tidak terlalu dingin.
  2. Tempe mudah busuk setelah disimpan 2 ½ hari dalam keadaan terbungkus, oleh karena itu perlu diawetkan secara kering dengan cara sebagai berikut :
  3.  ½ mm, keringkan dalam oven pada suhu Iris tempe dengan ketebalan  75oC selama 55 menit. Dengan cara pengawetan seperti ini produk tempe awetan yang dihasilkan tahan disimpan selama 3 sampai 5 minggu.
  4. Kandungan protein dan lemak tempe kedelai, masing-masing sebesar 22,5% dan 18%. Kebutuhan protein sebesar 55g/hari dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi tempe sebanyak 244,44 gram.
  5. Setelah semua proses tersebut diatas selesai, maka tempe siap untuk didistribusikan.


Kesimpulan
Tempe terbuat dari kacang kedelai. Pembuatan tempe secara tradisional biasanya menggunakan tepung tempe yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Sekarang pembuatan tempe ada juga yang menggunakan ragi tempe.
Cara Pembuatan:
  • Bersihkan kedelai kemudian rendam satu malam supaya kulitnya mudah lepas;
  • Kupas kulit arinya dengan cara diinjak-injak. Bila ada, dapat menggunakan mesin pengupas kedelai;
  • Setelah dikupas dan dicuci bersih, kukus dalam dandang selama 1 jam Kemudian angkat dan dinginkan dalam tampah besar;
  • Setelah dingin, dicampur dengan ragi tempe secukupnya;
  • Masukkan campuran tersebut dalam cetakan yang dialasi plastik atau dibungkus dengan daun pisang. Daun atau plastik dilubangi agar jamur tempe mendapat udara dan dapat tumbuh dengan baik;
  • Tumpuk cetakan dan tutup dengan karung goni supaya menjadi hangat. Setelah 1 malam jamur mulai tumbuh dan keluar panas;
  • Ambil cetakan-cetakan tersebut dan letakkan diatas rak, berjajar satu lapis dan biarkan selama 1 malam;
  • Keluarkan tempe dari cetakannya.


Setelah semua proses dilakukan mulai dari Proses pembersihan kedelai, Proses pengupasan, dilanjutkan proses perebusan, proses peragian, lalu dikemas. Dan tempe-tempe tersebut siap dijual langsung kepasar/konsumen.