Want to say,,

Welcome to my blog

Rabu, 02 Juli 2014

Review AKLAN (Kel 10)

KONTINUITAS DI DALAM LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASIKAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PADA PERUSAHAAN DAGANG DAN MANUFAKTUR

Pada laporan keuangan yang dikonsolidasikan biasanya hanya terbatas pada neraca, padahal akhir akhir dari proses akuntansi adalah laporan keuangan yang biasanya terdiri dari laporan utama (neraca) dan laporan rugi laba.

Laporan keuangan yang dikonsolidasikan, beranggapan bahwa perusahaan-perusahaan afiliasi dipandang sebagai satu kesatuan usaha, maka didalam laporan rugi laba yang dikonsolidasisemua penghasilan dan biaya-biaya yang timbul sebagai akibat transaksi antar anggota perusahaan afiliasi harus dieliminasi.

Adanya Kontinuitas didalam Laporan Keuangan yang Dikonsolidasikan

Adanya kontinuitas yang dimaksud adalah saldo rekening-rekening yang tercantum dalam neraca konsolidasi pada suatu saat merupakan kelanjutan dari pada saldo rekening-rekening sama dalam neraca konsolidasi yang disusun pada akhir periode sebelumnya. Atau dapat diusut kembali melalui berbagai mutasi yang telah terjadi sebagai akibat transaksi-transaksi (keuangan) dalam perusahaan afiliasi untuk periode akuntansi yang bersangkutan ke saldo rekening-rekening yang sama dalam neraca konsolidasi pada akhir periode sebelumnya.


Selasa, 03 Juni 2014

Soft Skill

Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja



PT. NUSANTARA  memiliki data keuangan neraca yang diperbandingkan sbb:

PT. NUSANTARA
NERACA YANG DIPERBANDINGKAN
31 Desember 2003 dan 2004


Menentukan besarnya perubahan uang kas:
Ada kenaikan uang kas sebesar ………………………………… Rp. 374.200,00

Mengidentifikasi dan menentukan besarnya sumber kas:
Sumber kas berasal dari:
1. Hasil  operasi tahun  2004:
Laba bersih …………………………………………………Rp.  521.900,00
Ditambah dengan:
Penurunan Piutang wesel ………………Rp.250.000,00
Penurunan Persekot biaya………………Rp.    9.000,00
Kenaikan Hutang gaji …………………..Rp.131.500,00
Depresiasi Aktiva tetap ……………….. Rp.  83.500,00
Rp.  474.000,00
Rp.  995.900,00
Dikurangi dengan:
Kenaikan Piutang dagang ………………Rp.288.600,00
Kenaikan Persediaan ……………………Rp.105.300,00
Penurunan Hutang dagang ………………Rp.102.800,00
Penurunan Hutang wesel ………………..Rp.  25.000,00
Rp.  521.700,00
Rp.  474.200,00

2. Penjualan Modal saham  …………………………………Rp.  600.000,00
Jumlah sumber penerimaan kas ……………………    Rp.1.074.200,00

Mengidentifikasi dan menentukan besarnya penggunaan kas:
Penggunaan  kas untuk:
1. Pembelian Gedung …………………………………………Rp. 400.000,00
2. Pembelian Alat kantor……….…………………………….  Rp. 150.000,00
3. Pembayaran Hutang obligasi…………….…………………Rp. 150.000,00
Jumlah penggunaan kas ………………………………     Rp. 700.000,00 


Membuat laporan tentang sumber dan penggunaan kas: 


PT. NUSANTARA
LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS
Periode yang berakhir  31 Desember 2004
Sumber kas berasal dari:
1. Hasil  operasi tahun  2004:
Laba bersih …………………………………………………Rp.  521.900,00
Ditambah dengan:
Penurunan Piutang wesel ………………Rp.250.000,00
Penurunan Persekot biaya………………Rp.    9.000,00
Kenaikan Hutang gaji …………………..Rp.131.500,00
Depresiasi Aktiva tetap ……………….. Rp.  83.500,00
Rp.  474.000,00
Rp.  995.900,00
Dikurangi dengan:
Kenaikan Piutang dagang ………………Rp.288.600,00
Kenaikan Persediaan ……………………Rp.105.300,00
Penurunan Hutang dagang ………………Rp.102.800,00
Penurunan Hutang wesel ………………..Rp.  25.000,00
(Rp.  521.700,00)
Rp.  474.200,00

2. Penjualan Modal saham  ………………………………   Rp.  600.000,00
Jumlah sumber penerimaan kas ……………………  Rp.1.074.200,00

Penggunaan  kas untuk:
1. Pembelian Gedung ………………….… Rp.  400.000,00
2. Pembelian Alat kantor……….………… Rp.  150.000,00
3. Pembayaran Hutang obligasi……………Rp.  150.000,00
Jumlah penggunaan kas …………………………………..(Rp.   700.000,00)                          
                               K  e  n  a  i  k  a  n     k  a s ……    Rp.      374.200,00


sumber : http://kurniawanbudi04.wordpress.com/2013/01/15/konsep-dasar-analisis-laporan-keuangan/

Minggu, 25 Mei 2014

Soft Skill (TULISAN)

Review jurnal Laporan Sumber dan Penggunaan Dana

Laporan sumber-sumber dan penggunaan dana merupakan suatu laporan yang menggambarkan dari mana datangnya dan untuk apa dana itu digunakan. Laporan sumber dan penggunaan dana suatu perusahaan sangat penting artinya bagi Bank dalam menilai permintaan kredit. Dengan mengadakan analisa terhadap laporan tersebut dapat diketahui bagaimana perusahaan itu menggunakan dana yang dimilikinya. Jenis laporan keuangan selain neraca, laporan laba rugi, dan laporan laba yang ditahan adalah laporan sumber dan penggunaan dana.

Dana dalam aliran kas
Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada. Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Baik penerimaan maupun penggunaannya.

Sumber penerimaan kas suatu perusahaan :
  1. Hasil penjualan investasi jangka panjang
  2. Penjualan, emisis saham atau adanya tambahan modal dari pemilik dalam bentuk kas.
  3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)
  4. Bertambahanya Hutang (kewajiban ) baik jangka pendek maupun panjang.
  5. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.
  6. Adanya penerimaan kas karena sewa , bunga atau devuden dari investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.

Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan karena adanya transaksi-transaksi sebagai berikut:
  1. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
  2. Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive)  oleh pemilik.
  3. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang
  4. Pembelian barang dagangan secara tunai.
  5. Pembayaran biaya operasi perusahaan.
  6. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.


Berikut ini merupakan transaksi yang tidak mempengaruhi kas:
  1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting asset. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
  2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan tidak dapat ditagih.
  3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki  karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
  4. Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

Terhadap trasnsaksi-transaksi  yang tidak mempengaruhi kas tersebut harus dilakukan jurnal penyesuaian (adjustment dan reversal ).

Dibawah ini merupakan laporan keuangan PT. MUTIARA berupa neraca periode 31 Desember 2008 dan 2009 beserta perubahannya:


Selama tahun 2009, PT. MUTIARA mendapatkan keuntungan netto setelah pajak sebesar Rp. 1.600.000 dan dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 800.000.

Dari neraca diatas kemudian dapat dibuat laporan sumber-sumber dan penggunaan kas. Berikut adalah laporan tersebut:



Dari laporan penggunaan dana tersebut terlihat bahwa penggunaan dana untuk penambahan mesin, penambahan tanahdan pembayaran cash deviden. Sumber dana tersebut berasal dari keuntungan netto dan depresiasi dan utang jangka panjang.
  • Dari keuntungan netto dibayarkan sebagai cash deviden sebesar Rp. 800.000 (50%) sisa keuntungan netto sebesar Rp. 800.000 (Rp. 1.600.000 – Rp. 800.000). sisa keuntungan tersebut merupakan modal sendiri.
  • Dana yang digunakan untuk pembelian tanah berasal dari modal sendiri Rp. 800.000 dan sisanya dibelanjai dengan utang jangka panjang.
  • Tambahan mesin meliputi Rp. 1.000.000 dan dapat dibelanjai dengan utang jangka panjang dan depresiasi.
Dari analisa sumber dan penggunaan dan PT. MUTIARA dapat disimpulkan bahwa perusahaan menggunakan dananya dalam tahun 2009 sebagian besar untuk ekspansi dalam bentuk pembelian mesin dan tanah.

sumber :
http://dewahyudin.wordpress.com/bahan-ajar-perkuliahan/analisis-laporan-keuangan-alk/
file:///C:/Users/User/Downloads/bab9analisasmbrdana-140115232515-phpapp02.pdf



Senin, 05 Mei 2014

Review AKLAN (Kel. 8)

Pengertian dan pengaruh adanya hak kepemilikan dan beberapa hal yang menyebabkan perubahan hak kepemilikan dan adanya pengaruh terhadap neraca konsolidasi


Penggabungan usaha  merupakan sutu usaha untuk menggabungkan dua atau lebih perusahaan, sehingga adanya perusahaan induk dan anak. Pada pemilikan hak saham, maka hak kontol terhadap perusahaan dilakukan bertahap, sehingga hak kepemilikan pada suatu perusahaan akan berubah-ubah.  Perubahan tersebut terjadi karena bertambah atau berkurangnya jumlah relative pemilikan saham dari jumlah saham perusahaan anak.

Hal yang menyebabkan perubahan terhadap penyusunan neraca konsolidasi:
   a. Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, dan hak control terjadi  saat pembelian saham pertama.
   b. Pembelian saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, dan hak control terjadi pada beberapa tahap pembelian saham.
  c. Pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham-saham perusahaan anak, yang dimiliki perusahaan induk.
   d.  Emisi saham atau penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak-hak pemilikan perusahaan induk.
   e.   Transaksi-transaksi saham yang ditarik dari peredaran (treasury stock) pada perusahaan anak. 

Selasa, 29 April 2014

Review AKLAN (Kel. 7)

Laporan Keuangan Konsolidasi-Masalah Khusus

Masalah Khusus:
1.     Laba antar perusahaan (intercompany profits)
2.     Obligasi antar Perusahaan (intercompany bond holdings)
3.  Saham prefferen dan saham biasa anak (subsidiaries with preffered and common stock)
4.     Deviden saham anak (stock deviden by subsidiary)

Laba antar perusahaan
Didalam laba antar perusahaan dibagi 2, yaitu :

1.   Laba Sediaan

Penjualan oleh Induk:

a.      Penguasaan 100%
b.     Penguasaan <100%
Penjualan oleh Anak:
a.      Penguasaan 100%
b.     Penguasaan <100%
2.   Laba atas aktiva yang disusutkan


Saham Prefferen dan Saham Biasa Anak
Sifat saham prefferen:
1. Tidak kumulatif dan tidak berpartisipasi (TKTB), klaim terhadap kekayaan bersih perusahaan sebatas nominalnya. Saldo LYD bagian dari pemegang saham biasa.
2.  Kumulatif dan tidak berpartisipasi (KTB), klaim kekayaan bersih perusahaan sebatas nominalnya, dan mempunyai hak atas deviden.
3. Tidak kumulatif dan berpartisipasi penuh (TKB), dimana hak atas deviden hanya apabila perusahaan mengalami laba saja.
4.   Kumulatif dan berpartisipasi penuh (KB), mencakup hak atas kekayaan bersih dan laba.

Deviden Saham anak
Hal ini mencakup deviden perusahaan anak, dan apabila deviden dibagikan kepada perusahaan anak, posisi modal akan berubah. Perubahan posisi modal terjadi karena saham prioritas memiliki hak-hak preferensi terhadap kekayaan bersih. Apabila terdapat hak-hak lain maka harus didahulukan dan juga karena terjadi perubahan status dari sebagian saldo LYD ke modal statuair.

Modal Statuair  merupakan pembelian saham-saham dikurangi jumlah yang dikapitalisasi sebagai modal saham.

Rabu, 23 April 2014

Soft Skill (analisis Rasio)

Analisis Ratio Keuangan PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk

Analisa Rasio adalah suatu metode analisa untuk mengatahui hubungan pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan laba -rugi secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut. Analisis rasio berguna bagi para analisis intern untuk membantu manajemen membuat evaluasi mengenai hasil operasi, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menghindari keadaan yang dapat menyebabkan kesulitan keuangan.

Dibawah ini terdapat laporan keuangan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. Mari kita coba menghitung rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada bulan maret 2013:










Perhitungan Analisis Ratio

Ratio Likuiditas
a.       Current Ratio  (Aktiva Lancar / Hutang Lancar)
= Rp. 24.788,189 / Rp. 12.925.051
= 1,91 atau 191%
Semakin tinggi Current Ratio akan semakin bagus bagi kreditur jk. Pendek. Current Ratio yang terlalu tinggi kurang baik bagi perusahaan karena hal tersebut menunjukkan kelebihan uang kas sutu perusahaan.

Analisis: Current Ratio PT. Indofood Sukses Makmur sebesar 191%, diperoleh dari perbandingan aktiva lancer dan hutang lancar yang berarti setiap Rp. 1 Hutang lancar sudah dapat dijamin oleh aktiva  lancar sebesar 1,91.

b.       Cash Ratio ((Kas + Efek)/Hutang Lancar))
= ((Rp. 12.328.132 + 0) / Rp. 12.925.051
= 0,95 atau 95%

 Analisis: Cash Ratio PT. Indofood Sukses Makmur sebesar 95%, diperoleh dari perbandingan kas dan hutang lancar yang berarti setiap Rp. 1 Hutang lancar belum tentu dapat dijamin oleh Cash Asset sebesar 0,95.

c.       Quick Ratio ((Kas + Efek) + (Piutang) / Hutang Lancar)))
= (( Rp. 12.328.132)+(Rp. 2,804.764)/Rp 12.925.051)))
= 1,17 atau 117%

Analisis: Quick Ratio PT. Indofood Sukses Makmur sebesar 117%, berarti setiap Rp. 1 Hutang lancar ssudah dapat dijamin oleh Quick Asset sebesar 0,95.


Ratio Solvabilitas

a.       Total Debt to Equity Ratio (Total Hutang / Modal Sendiri)
= Rp. 12.925.051 / Rp. 35.257.323
= 0,37 atau 37%

Analisis : Ratio Hutang Modal sebesar 37% yang diperoleh dari perbandingan total hutang dan modal sendiri, hal ini berarti perusahaan dapt menutupi hutang sebesar 0,37.

b.       Total Debt to Total Aset Ratio ( Total Hutang / Total aktiva)
= Rp. 12.925.051/ Rp. 60.553.536
=0,21  atau 21%

Ratio Rentabilitas

a.       Gross Profit Margin ( Laba Kotor/ Penjualan)
= Rp. 3.105.784 / Rp. 12.856.168
= 0,24 atau 24%

b.       Net Profit Margin ( Laba Setelah Pajak / Penjualan)
= Rp. 946.116 / Rp. 12.850.168
= 0,07 atau 7%


c.       Earning Power of Total Investment ( Laba sblm Pajak / Total Aktiva)
= Rp. 1.261.222 / Rp. 60.553.536
= 0,02 atau 2%